Kamis, 06 Oktober 2011

kerjasama dan jaringan perpus modul 2


MODUL 2
BENTUK-BENTUK KERJASAMA PERPUSTAKAAN


Kegiatan Belajar I
A.          JARINGAN PERPUSTAKAAN
Jaringan kerja informasi (Information Network) : adalah suatu system terpadu dari badan-badan yang bergerak dalam bidang pengolahan informasi, seperti perpustakaan, pusat dokumentasi, pusat analisis informasi, pusat informasi dengan tujuan menyediakan pemasukan data yang relevan tanpa memperhatikan bentuk maupun asal data keperluan masyarakat pemakai

B.           BENTUK KERJASAMA PERPUSTAKAAN
Fungsi jaringan perpustakaan ialah melakukan kerjasama sehingga pemakai dimanapun memperoleh jasa perpustakaan sama baiknya dengan pemakai di tempat lain
Adapun bentuk kerjasama perpustakaan adalah sebagai berikut :
1.            Kerjasama Pengadaan
Dalam kerjasama ini dua perpustakaan atau lebih bersama-sama mengambil keputusan untuk melakukan pembelian buku menurut subjek yang telah ditentukan secara bersama-sama atau masing-masing perpustakaan sepakat mengadakan buku sesuai subjek masing-masing
Adapun perpustakaan peserta AS yang ikut serta dalam proyek pengadaan buku terbitan Indonesia ialah :
a.       Library of Conggress di Washington D.C
b.      Cornell University
c.       Yale University
d.      University of Wisconsin in Madison
e.       Northern Illionis University
f.       University of Hawaii
g.      University of California (Berkely)
h.      The Center for Research Libraries yang berafiliasi dengan National Agricultural Library dan National Library of Medicine
2.            Pertukaran Publikasi
Pertukaran publikasi atau buku yang dimiliki sebuah perpustakaan dengan publikasi atau buku lebih yang dimiliki perpustakaan lain. Pertukaran dilakukan metode langsung atau melalui biro pusat.
3.            Penyusunan dan Pengembangan Katalog Induk
a.     Katalog Induk adalah catalog dari 2 perpustakaan atau lebih.
b.     Catalog induk bertujuan untuk mengetahui dimana lokasi sebuah buku karena didalamnya selalu tercantum lokasi perpustakaan yang memiliki buku
c.     Dalam catalog induk ada cirikhas ialah kode lokasi
d.     Kode lokasi di Indonesia menggunakan 2 model :
1)            menggunakan kode mobil
2)            kode yang dikembangkan oleh INDOMarc (Indonesian machine Readable Catalogue.
Untuk jenis perpustakaan , INDOMarc menggunakan kode berikut ini :
PK : Perpustakaan khusus
PN : Perpustakaan nasional dan perpustakaan departemen yang bertaraf nasional
PD : Perpustakaan Daerah
PS  : Perpustakaan Sekolah
PT  : Perpustakaan perguruan tinggi
PN : Perpustakaan umun


4.            Kerjasama Pelayanan Teknis
Mencakup pengolahan berupa pengkatalogan, klasifikasi serta penentuan tajuk subjek. Menurut lokasi pengolahan dapat dibagi menjadi pengolahan terpusat dan pengolahan regional
5.            Kerjasama Penyimpanan
a.     Gagasan penyimpanan bersama buku yang yang jarang digunakan. Kerjasama ini melibatkan beberapa perpustakaan, perpustakaan yang ditunjuk akan menyimpan buku titipan perpustakaan anggota
b.     Yang disimpan di perpustakaan petunjuk adalah :
1)                  buku hadiah
2)                  buku deposit




Kegiatan Belajar 2
A.          KERJASAMA PENGKATALOGAN
·   Usaha awal memberikan jasa pengkatalogan terpuasat dipelopori oleh Library of Congress di AS serta British National Bibliography di Inggris
·   Untuk Indonesia kerjasama pengkatalogan dilakukan diberbagai tempat, yang utama ialah upaya penyeragaman format catalog terbacakan mesin. Untuk keperluan itu Perpustakaan Nasional RI mengeluarkan INDOMarc Indonesian Machine Readable Catalogue atau catalog terbacakan mesin terbitan Indonesia.

B.           KERJASAMA KATALOGISASI DALAM TERBITAN
1.            Kendala pustakawan kesulitan menentukan tajuk entri utama ataupun menentukan tajuk subjek dan notasi klasifikasi.
2.            Untuk memudahkan tugas pustakawan, perpustakaan nasional berusaha membuat katalogisasi dalam terbitan artinya memuat data bibliografi sebuah buku yang ditempatkan dibalik halaman judul. 
3.            Katalogisasi dalam terbitan atau dalam bahasa Indonesia disingkat KDT (Cataloguing In Publication / CIP)
4.            Dalam KDT juga dicantumkan ISBN singkatan dari International Standar Book Number atau standar nasional. Pusatnya di Paris
5.            Tujuan ISBN memberikan nomor yang unik bagi setiap buku sehingga memudahkan pengenalan buku.
6.            Bagi Negara yang tidak menggunakan huruf latin dibenarkan untuk membubuhi singkatan huruf-huruf alphabet setempat pada singkatan ISBN.
7.            Sepuluh angka pada ISBN dibagi 4 kelompok,
Pengenal
Kelompok
ISBN 0
Prefix
Penerbit
8 4 3 6
Nomor
Judul
1 0 7 2
Angka uji

7

8.            Kelompok pengenal : kelompok angka yang membedakan kelompok penerbit secara nasional (0 untuk Negara berbahasa Inggris)
9.            Prefix penerbit/ pengenal penerbit : kelompok angka yang membedakan sebuah penerbit dalam kelompok tertentu
10.        Pengenal judul : kelompok angka yang membedakan judul atau edisi judul tertentu oleh penerbit tertentu dari judul tertentu
11.        Pengenal judul atau nomor judul ditentukan oleh penerbit bersangkutan dalam rentangan bilangan yang telah diberikanolehnya dan tergantung pada panjang prefix penerbitnya
12.        Angka pengecek : sebuah angka tunggal pada akhir ISBN yang merupakan angka pengecekterhadap betul tidaknya sebuah ISBN


C.          KERJASAMA PEMBERIAN JASA INFORMASI
·   Kerjasama pemberian jasa informasi sama dengan istilah silang layan artinya masing-masing perpustakaan memberikan jasa untuk perpustakaan lain

D.          KERJASAMA PENYUSUNAN KATALOG INDUK
·   Ciri khas catalog induk ialah semua entri pengarang disusun menurut abjad pengarang disertai dengan tanda lokasi perpustakaan pemilik buku yang bersangkutan
·                                                   Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menyusun catalog induk ialah :
1.      tujuan dan hubungannya dengan catalog induk yang telah ada
2.      wilayah yang akan dicakup
3.      bahan perpustakaan yang dicakup
bahan perpustakaan yang dicakup oleh catalog induk dapat dilihat dari berbagai segi sebagai berikut :
a.                                           bentuk bahan perpustakaan
b.                                          subjek
c.                                           periode
d.                                          bahasa
e.                                           huruf
f.                                           asal terbitan
4.      Penjajaran Entri
Lazimnya catalog induk buku disusun menurut abjad pengarang sedangkan catalog induk majalah disusun menurut abjad judul majalah
5.      Data bibliografi yang dimuat
Lazimnya catalog induk yang memuat data bibliografi berupa pengarang, judul, edisi, keterangan penerbitan, dan lokasi perpustakaan pemilik
6.      Penyusunan dan revisi
Dalam melakukan revisi ada beberapa cara :
a.       Perpustakaan terbesar maupun perpustakaan coordinator mengedarkan daftar tambahan koleksi kemudian perpustakaan peserta menambahkannya. Setelah itu, perpustakaan coordinator akan menerbitkan edisi tambahan
b.      Masing-masing perpustakaan peserta mengirimkan daftar tambahan koleksi ke perpustakaan anggota lainnya
c.       Masing-masing perpustakaan peserta membuat daftar tambahan koleksi masing-masing kemudian mengirimkannya ke perpustakaan coordinator
7.      Bentuk fisik
·         Untuk keperluan catalog induk ada yang menggunakan kartu katal;og berukuran 7,5 x 12,5 cm.
·         Keuntungan penggunaan kartu catalog adalah mudah ditata dan disiapkan, semua perpustakaan menggunakannya
·         Kerugiannya ialah sering kali kartu catalog tidak cukup luas untuk memuat kode lokasi perpustakaan, lebih-lebih bila perpustakaan peserta program catalog induk jumlahnya ratusan




E.           KERJASAMA ISSN
Ø  ISSN singkatan dari International Standard Serial Number atau nomor standar internasional terbitan berseri.
Ø  ISSN dikembangkan oleh International Serials Data System yang berada di Paris diresmikan tahun 1972
Ø  ISSN merupakan nomor unik bagi terbitan berseri terdiri atas 9 bilangan dengan tanda pemisah berupa -.


F.           KERJASAMA ANTAR PERPUSTAKAAN
Ø  Kerjasama ini sering disebut kerjasama profesi karena melibatkan tenaga satu profesi yaitu pustakawan

G.          KERJASAMA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Ø  Dalam komunikasi informal artinya pustakawan berkomunikasi dengan pustakawan lain melalui saluran informal seperti tatap muka, surat, telepon maupun berbincang-bincang, pustakawan saling bertukar pikiran dan pengalaman
Ø  Kemudian timbul gagasan kalau pengalaman tersebut dituangkan dalam bentuk formal, agar terbentuk kerjasama pendidikan dan pelatihan pustakawan formal
Ø  Bentuk-bentuk pelatihan tersebut berupa :
1.      seminar kebijakan perpustakaan dan kepustakawanan bandingan
2.      seminar yang berorientasi pada masalah sehari-hari
3.      seminar yang berorientasi pada subjek

H.          KERJASAMA PINJAM ANTAR PERPUSTAKAAN
v  Kerjasama antar perpustakaan dalam bahasa inggris disebut interlibrary loan sering disingkat ILL.
v  Bentuk kerjasama ini dapat dibagi menurut kawasan local, regional, nasional sementara tingkat internasional masih merupakan gagasan yang belum seluruhnya dapat dilaksanakan

I.             KERJASAMA PENYEDIAAN FASILITAS
Ø  Penyediaan fasilitas ini umumnya dibatasi pada penggunaan ruang baca, koleksi rujukan, fasilitas fotocopi dan koleksi lain yang terbuka untuk umum.
Ø  Koleksi yang boleh dipinjam, tetapi anggotanya dari perpustakaan lain hanya boleh membaca atau membuat catatan, dia tidak boleh meminjam.
Ø  Diberbagai Negara maju siapa saja boleh masuk ke perpustakaan umum, membaca, menelusur, menggunakan fasilitas fotocopi  (asal bayar) tanpa perlu menunjukan tanda pengenal
Ø  Hal ini didorong adanya manifesto perpustakaan umum yang dikeluarkan Unesco pada tahun 1972, dalam manifesto tersebut dinyatakan bahwa perpustakaan umum terbuka bagi siapa saja tanpa memandang perbedaan warna kulit, jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan kepercayaan
Ø  Dasar manifesto tersebut pada prinsipnya setiap orang berhak memasuki perpustakaan umum.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar